Author: Ladawn

13 May by Ladawn

7 Tim Favorit Juara di Piala Dunia 2018 Rusia

Piala Dunia Rusia 2018 semakin mendekat. Seluruh fans sepakbola yang ada di seluruh penjuru dunia tidak sabar menantikan pesta olah raga terbesar tersebut.  Para pengamat dan ahli sibuk menganalisis tim-tim yang dijagokan maupun yang tidak. Bagimana track record mereka dalam pertandingan sebelumnya? Siapa saja para pemain yang dipercaya untuk memperkuat tim? Prediksi pertandingan pun sangat dibutuhkan bagi kamu yang ingin memasang taruhan judi bola Piala Dunia 2018. Pasal nya, sebelum memasang taruhan, sangat direkomendasikan untuk mengerti peluang kemenangan sebuah tim. Berikut adalah 7 tim yang diunggulkan untuk mendapatkan kemenangan terakhir di Moskow :  
  1. Jerman
timnas jerman Seluruh dunia tahu bahwa Jerman adalah juara bertahan. Selain hal tersebut, Jerman telah memenangkan Piala Konfederasi baru-baru ini. Pada fase grup, mereka harus bertarung melawan Meksiko, Swedia, dan Korea Selatan. Tetapi, statistik menunjukkan bahwa Tim Panzer telah menunjukkan konsistensi selama bertahun-tahun. Hal ini semakin menguatkan bahwa Jerman merupakan salah satu kandidat yang memiliki peluang besar untuk mendapatkan tempat nomor satu dalam Piala Dunia 2018.  
  1. Brazil
timnas brasil Tim Samba dianggap memiliki peluang yang sama seperti Jerman. Neymar dan kawan-kawan diprediksi akan memberikan pertunjukkan tersendiri dalam mengebiri lawan-lawannya. Disisi lain, publik sedikit ragu dikarenakan kebugaran Neymar belum mencapai 100%. Dalam fase grup, Brazil harus bekerja keras melawan Serbia, Swiss, dan Costa Rica. Bermain Mix Parlay sambil mendukung Brazil bukan pilihan yang terlalu buruk.  
  1. Perancis
timnas prancis 2018 Perancis difavoritkan untuk merebut trofi Piala Dunia. Hal ini dikarenakan Perancis memiliki banyak pemain bintang diantaranya Paul Pogba dan Antoine Griezmann. Beberapa situs judi terpercaya pun juga memprediksi bahwa Perancis memiliki peluang yang cukup untuk mencapai final di Moskow.
  1. Spanyol
Juara Piala Dunia 2010 ini memang sedang mengalami performa. Furia Roja yang sekarang tidak bisa disamakan pada tahun 2008 dimana mereka sangat mendominasi kompetisi sepakbola internasional. Bursa taruhan pun masih menganggap Spanyol memiliki potensi untuk mendapatkan gelar juara.  
  1. Argentina
timnas argentina Argentina merupakan finalis yang kalah pada tahun 2014. Faktor Messi merupakan salah satu acuan para pengamat dalam menempatkan Argentina ke daftar salah satu negara yang berpotensi mencapai Moskow. Messi merupakan pemain terbaik dunia yang telah memenangi banyak gelar, tetapi semua gelar tersebut belum lengkap tanpa gelar Juara Piala Dunia. Di dalam fase grup, Messi dan kawan-kawan akan dihadang oleh Kroasia, Islandia, dan Nigeria.
  1. Portugal
Portugal merupakan juara Eropa yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Faktor Cristiano Ronaldo adalah selah satu alasan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan terhadap tim-tim lain yang lebih difavoritkan. Bermain Asian Handicap untuk mendukung portugal patut dipertimbangkan.
  1. Belgia
Bursa taruhan menjagokan Belgia dengan generasi emas nya. Skuad Belgia dipenuhi oleh pemain-pemain muda yang bertalenta. Romelu Lukaku, Kevin De Bruyne, dan Eden Hazard merupakan aktor-aktor penting yang akan membawa Belgia meraih trofi piala dunia 2018.   Itulah 7 negara yang diprediksi membawa pulang trofi Piala Dunia 2018 di Rusia. Dengan melihat faktor-faktor yang ada, ketujuh tim tersebut memiliki peluang yang besar untuk meloloskan diri dari fase grup dan bahkan untuk sampai ke final. Tim-tim tersebut bisa menjadi refrensi kamu dalam memasang taruhan dalam Piala Dunia 2018 di Rusia. Salah satu hal yang penting untuk diingat, kamu direkomendasikan bergabung bersama Mahabet.org dan bertaruh judi bola melalui Situs Resmi Piala Dunia Rusia 2018,. Pesta Piala Dunia tidak akan menyenangkan bila kamu salah memilih situs judi yang tidak terpercaya.
31 Mar by Ladawn

Hikmah Dibalik Kekalahan Timnas Indonesia U-19 atas Timnas Jepang U-19

Pada akhir bulan Maret kemarin, timnas Indonesia U-19 melangsungkan laga ujicoba kontra Timnas Jepang U-19. Laga itu berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (25/3/2018). Meski bermain didepan pendukung setia timnas Garuda, Egy Maulana Vikri dkk harus mereguk kekalahan di laga tersebut dengan skor 1-4 dari para penggawa Samurai muda. Meski menerima kekalahan dan hanya berstatus laga ujicoba, banyak hal yang bisa dipelajari dari laga tersebut. Selain soal pengembangan pemain muda, ada banyak hal lainnya yang perlu dilihat agar timnas Indonesia U-19 dapat berkembang lebih baik kedepannya sehingga, hal ini memang menjadi elemen penting yang perlu dilihat oleh banyak orang terutama bagi timnas Indonesia U-19. Jalannya pertandingan Di awal laga, para penggawa Garuda muda sejatinya mampu menekan timnas Jepang U-19 di laga tersebut. Sayangnya, para penggawa Garuda melupakan baris pertahananya sehingga, mereka sudah harus kebobolan kala laga baru berjalan di menit ke-16. Tendangan mendatar yang dilepaskan oleh Miyashiro Taise mampu membawa timnas Jepang U-19 unggul lebih dulu di laga tersebut. Gol tersebut membuat para penggawa Jepang bersemangat untuk menambah keunggulan. Beruntung, belum ada gol yang terjadi hingga babak pertama usai. Di babak kedua, pemandangan yang sama masih terjadi kala timnas Indonesia U-19 harus bertahan dalam menahan gempuran yang dilepaskan oleh para penggawa Samurai muda di laga tersebut. gol 1 Ketika babak kedua baru berjalan 3 menit, Yamada Kota sudah berhasil menggandakan keunggulan bagi Jepang lewat gol yang ia cetak. 1 menit berselang, Ando Mizuki dapat menambah keunggulan Jepang lewat gol yang ia cetak dari tendangan keras yang ia lancarkan. Dari tendangan penalti, Mizuki berhasil kembali mencatatkan namanya di papan skor. Sebagai gol hiburan, Indonesia mampu mencetak gol hiburan lewat Aji Kusuma yang terjadi kala laga akan berakhir. Hingga pertandingan berakhir, skor 4-1 tetap tak berubah sehingga, Indonesia harus menelan kekalahan dalam laga ujicoba ini atas timnas Jepang U-19 di laga tersebut. Pelajaran yang bisa diambil dari kekalahan atas Timnas Jepang U-19 Sebenarnya ada banyak hal yang bisa kita lihat dari kekalahan timnas Indonesia U-19 atas Timnas Jepang U-19. Jika dilihat, kualitas para pemain sebenarnya tidak terlalu jauh dengan para penggawa Jepang karena, timnas Indonesia terlihat bermain dengan baik dan mampu menekan timnas Jepang pada menit-menit awal. Sayangnya, kekompakan serta kewaspadaan timnas Indonesia masih kurang dibandingkan timnas Jepang. Dengan mudah, para penggawa Jepang mampu melakukan penetrasi kedalam daerah pertahanan timnas Indonesia sehingga, Jepang mampu mencetak 4 gol dengan mudah. Meski hanya berstatus laga ujicoba, hal ini memang perlu dipertimbangkan mengingat, para penggawa Indonesia perlu belajar banyak dari hal itu.

Timnas Indonesia

Bukan hanya itu saja, faktor penting lainnya yang perlu kita lihat adalah masalah mental yang masih menjadi masalah utama yang dihadapi oleh para penggawa Indonesia di laga tersebut. Ketika kebobolan, para penggawa Indonesia terlihat kebingungan dan kesulitan dalam menghadapi tekanan yang dilepaskan oleh timnas Jepang sehingga, Egy Maulana Vikri harus menelan kebobolan sebanyak 3 gol lagi. Tentunya, hal ini memang menjadi sebuah masalah besar yang mengakibatkan banyak orang tentunya harus melihat kekalahan yang diderita oleh timnas Indonesia U-19 di laga ini. Untuk itu, hal ini diharapkan bisa menjadi pelajaran berharga bagi para penggawa timnas Indonesia agar bisa bermain lebih baik kedepannya.  
25 Mar by Ladawn

Jadwal Siaran Langsung Grup A Piala Dunia 2018 dan Prediksi Pemenang

Russia 2018

Perhelatan sepak bola terbesar dan paling bergengsi bakal di gelar tepat pada 14 Juni-15 Juni 2018 ini. Ya, piala dunia ini nantinya akan disiarkan di tiga stasiun televisi nasional antara lain Trans TV, Transvision dan Trans7. Yang paling menarik dari sejumlah tim yang dibagi ke dalam sejumlah grup, ada Grup A yang berisi Uruguay, Mesir, Rusia (tuan rumah) dan Arab Saudi. Berikut jadwal lengkapnya.

Jadwal Siaran Langsung Grup A Piala Dunia 2018

14 Juni 2018 - 22:00 WIB Arab Saudi VS Rusia (Luzhniki Stadium) 15 Juni 2018 - 21:00 WIB Uruguay VS Mesir (Central Stadium) 20 Juni 2018 - 01:00 WIB Mesir VS Rusia (Krestovsky Stadium) 20 Juni 2018 - 22:00 WIB Arab Saudi VS Uruguay (Rostov Arena) 25 Juni 2018 - 22:00 WIB Rusia VS Uruguay (Cosmos Arena) 25 Juni 2018 - 21:00 WIB Mesir VS Arab Saudi (Volgogard Arena)

Group

Prediksi Pertandingan Piala Dunia 2018 Grup A

Semua orang pasti berpendapat sama kalau grup ini memang grup paling mudah, terlebih lagi bagi Uruguay. Harusnya bisa lebih mulus melaju ke babak 16 besar karena grup A tidak diisi tim-tim neraka sekelas Jerman, Brazil atau pun Prancis. Tentu saja hal ini juga mengundang banyak kritikan di sosial media mengingat tidak ada tantangan di sini. Pertandingan grup ini dibuka antara Saudi Arabia dan Rusia yang mana kedua tim memiliki skor paling rendah dalam turnamen. Jadi dipastikan tak ada yang spesial dari pertandingan dua negara ini. Sementara itu, hal berbeda akan ada di Uruguay yang menjadi satu-satunya negara yang dijagokan akan menang, sebab ada Luis Suarez yang menjadi idola di Barcelona. Selain Suarez, nanti akan ada Edison Cavani yang membela Paris Saint-Germain yang akan menguatkan Uruguay. Dilain pihak, Mesir juga bisa diperhitungkan karena memiliki Mohamed Salah, salah satu bintang Liga Inggris. Hanya saja, meskipun mereka punya anggota keren seperti Salah, Mesir tidak punya tim solid. Apa lagi jika membicarakan kelas turnamen papan atas. Pastinya, Uruguay-lah yang bisa dijadikan patokan yang akan memimpin grup A dan menempatkan Mesir di tempat ke-dua. Sementara posisi 'bontot' kemungkinan besar akan diisi oleh Rusia dan Arab Saudi. Yang menarik dari World Cup tahun ini adalah jam terbang bertanding di ajang bergengsi ini untuk beberapa tim. Apa lagi Rusia yang sangat dinantikan penampilannya karena mereka merupakan tuan rumah. Di atas kertas, negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin ini bukan unggulan. Tapi siapa tahu, karena menjadi tuan rumah artinya mereka memiliki pressure yang berat sehingga semangat untuk menang jadi lebih tinggi. Persis yang dialami Korea Selatan 2002 lalu. Tidak disangka negara ini dulu berhasil masuk semi-final dan berada di urutan ke-empat. Rusia bisa saja memberikan kejutan.

Timnas Russia

Di lain pihak, Arab Saudi yang berada di peringkat 69  tampil lagi setelah 12 tahun. Mereka terakhir masuk di Piala Dunia di tahun 2006, kemudian tidak pernah lolos di kualifikasi selanjutnya. Sementara Mesir, ini adalah pertama kalinya negara ini kembali hadir di ajang Piala Dunia setelah 28 tahun absen. Tentu akan menjadi tantangan sendiri bagi Mesir karena mereka nyaris tidak punya jam terbang dalam pertandingan mentereng dengan permainan yang epik dari setiap grup. Artikel ini dipersembahkan oleh Mahabet.org - Situs Judi Bola Resmi Piala Dunia 2018
12 Mar by Ladawn

MU Sebenarnya Beli Pogba Dengan Harga Murah, Pogba Menyesal

Mino Raiola telah menilai, jika keputusan Manchester United membeli Paul Pogba dari Juventus pada bursa transfer 2016 lalu dengan harga 89 juta poundstreling juta masih terbilang sangat murah. MU dinilai terlalu beruntung mendapatkan Pogba dengan harga 89 juta poundstreling, karena harga yang dibanderol untuk pemain Perancis tersebut adalah 200 juta poundstreling. Menurut agen Paul Pogba, MU sebenarnya beli Pogba dengan harga murah. Di matanya, seharusnya harga yang dibayarkan ke Juventus pada saat itu sebenarnya bisa 2 kali lipatnya. Mino Raiola mengatakan, selama hak televisi semakin naik, maka pemain juga harus layak mendapatkan harga yang lebih. Raiola juga menambahkan pemain sekelas Paul Pogba seharusnya bisa memegang kendali dan terlebih lagi, Juventus bisa saja menjualnya ke Real Madrid dengan harga 200 juta poundsterling.   Perjalanan Manis Paul Pogba di Juventus Berakhir di MU Sebelumnya, Paul Pogba sempat bermain untuk Manchester United sebelum berlabuh ke Juventus pada tahun 2012. Namun, pada saat itu kepindahannya masih dengan status bebas transfer. Salah satu utamanya Pogba pindah ke Juventus karena Pogba merasa tidak mendapatkan kesempatan bermain reguler bersama dengan tim utama Manchester United.  Setelah kepindahannya ke Juventus, justru membuat pemain muda tersebut kariernya meningkat pesat. Pogba mampu membawa Juventus meraih Scudetto untuk 4 musim berturut-turut. Kemudian, pada bursa transfer tahun 2016, MU kembali merekrut Pogba dan menjadikannya sebagai pemain termahal di dunia pada saat itu dengan membayar dengan harga 105 juta euro (satu tahun kemudian Neymar menggantikannya sebagai pemain termahal di dunia).   Setelah penandatanganan kontrak, Pogba pun merapat kembali ke MU di tahun 2016. Namun, sebelum penutupan bursa transfer, ternyata Real Madrid pun juga sedang melirik Paul Pogba untuk masuk ke dalam timnya. Tapi sayang, Real Madrid sudah kalah bersaing dengan MU. Setelah Kembali ke MU Justru Mendapat Kritikan, Pogba Menyesal Beberapa selang waktu Pogba menetap di MU, ternyata membuatnya berpikir menyesal memilih hijrah ke MU. Bagaimana tidak, selama beberapa waktu, di bawah asuhan Jose Mourinho, Pogba selalu mendapatkan posisi yang dinilai terlalu mempersulit pergerakannya di lapangan. Hasilnya pergerakannya tidak bisa bebas ketika saat masih di Juventus. Bintang muda Perancis itu kemudian menjadi bahan kritikan atas performanya yang lebih di posisi bertahan dan cenderung menjadi gelandang tengah, sehingga membuatnya selalu gagal tampil penuh selama 90 menit di beberapa laga MU. Karena semakin terus menerus menjadi bahan kritikan di media, penggemar Manchester United pun ikut menjadi frustasi.

Padahal ketika The Red Devils berani membayar mahal Pogba sebesar 89 juta poundstreling, banyak pihak mengharapkan MU harus tahu yang semestinya mereka lakukan untuk Pogba. Faktor utamanya kegagalan Pogba di MU adalah adanya sisi keras kepala dari sang pelatih, Jose Mourinho. Mourinho selalu menempatkan Pogba di posisi yang tidak tepat, hingga menyebabkan masalah bagi dirinya, Pogba, beserta timnya. Bersama MU, Pogba selalu bermain dengan formasi 4-2-3-1 yang membuat Pogba di posisi sebagai poros ganda bersama Nemanja Matic atau Ander Harrera. Karena bermain sebagai pemain poros ganda, mau tidak mau Pogba harus berpikir dalam bertahan sekaligus menyerang. Hasilnya, kita tidak dapat melihat performa terbaiknya saat masih bersama dengan Juventus.   Keinginan Hijrah Dari MU Karena semakin banyaknya tekanan dari banyak pihak dan faktor hubungannya dengan Mourinho semakin menjadi tidak baik, Pogba pun berencana ingin pindah dari MU di bursa transfer berikutnya. Keinginannya tersebut diperkuat dengan adanya pernyataan dari agennya yang mengatakan sedang menghubungi beberapa klub Eropa untuk menanyakan terkait potensi Pogba.

Kabarnya, Real Madrid kembali mengincar Pogba dan sudah menyiapkan dana sebesar 120 juta poundstreling atau sekitar Rp 2,3 triliun. Dana tersebut rela dikeluarkan Real Madrid demi mendapatkan Paul Pogba.